Imam Besar Sebut Presiden Apresiasi Renovasi dan Capaian Istiqlal
Jakarta
- Imam Besar Masjid
Istiqlal Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo mengapresiasi
renovasi yang dilakukan di masjid kebanggaan Negara tersebut, serta penghargaan
yang dicapainya.
Nasaruddin menjelaskan Masjid Istiqlal pada April lalu meraih penghargaan sebagai masjid "hijau" pertama di dunia yang dikategorikan sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan dari lembaga International Finance Corporation (IFC).
"Presiden sangat bahagia,
gembira, senang melihat Masjid Istiqlal sudah seperti ini. Dia bandingkan waktu
sebelum direnovasi, sekarang ini menjadi kebanggaan kita semua," kata Nasaruddin saat ditemui awak media usai mendampingi Presiden Joko
Widodo Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad.
Nasaruddin
menjelaskan bahwa Presiden tidak hanya mengapresiasi bangunan fisik Masjid
Istiqlal yang kini lebih ramah lingkungan, tetapi juga program-program yang
dinilai profesional.
Nasaruddin menjelaskan bahwa Istiqlal berhasil mendapat sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan atau green building dari IFC yang merupakan anggota Bank Dunia (World Bank).
IFC menilai
bahwa sertifikat EDGE diberikan kepada Istiqlal karena telah dilakukan renovasi
di beberapa bagian dengan konsep ramah lingkungan yang terbukti menurunkan
jejak karbon secara signifikan.
Renovasi Masjid Istiqlal tersebut secara signifikan mengurangi jejak karbon dengan penggunaan atap dan dinding luar hemat energi, penerangan dan ruang internal dan eksternal, smart energi meter, dan panel surya yang mencakup lebih dari 13 persen konsumsi listrik.
Penghematan
energi Masjid Istiqlal saat ini mencapai 23 persen dengan penggunaan kran
aliran rendah mulai dari pengolahan air dan daur ulang, serta efisiensi lainnya
dengan konsumsi air secara keseluruhan akan berkurang hingga 36 persen.
"Air
wudhu tidak ada satu tetes pun terbuang percuma, tetapi itu ditampung kemudian
dipakai lagi untuk bilas-bilas, dan dipakai menyiram tanaman di sini,"
kata Nasaruddin.
Selain ramah lingkungan, Masjid
Istiqlal juga mampu menurunkan potensi kejahatan di sekitar rumah ibadah,
mengingat CCTV yang dipasang mencapai 160 unit, sehingga bisa memantau seluruh
pergerakan secara terkini.
Pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1443
Hijriah, Masjid Istiqlal juga membatasi kapasitas untuk jamaah yakni hanya 100
ribu orang, dari kapasitas total 210 ribu orang.*
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) melaksanakan sholat Idul Adha 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/7/2022). Pantauan dari YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi nampak menggunakan setelan jas berwarna abu-abu dengan sarung warna merah dan peci berwarna hitam.
Saat tiba,
Jokowi duduk diapit oleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar dan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden
(Kasetpres) Heru Budi Hartono memastikan bahwa Ibu Negara Iriana juga akan
turut serta.
"Besok Bapak
Presiden dan Ibu Iriana Insya Allah akan melaksanakan sholat Idul Adha bersama
masyarakat di Masjid Istiqlal," ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu
(9/7/2022).
Salat Idul
Adha di Masjid Istiqlal dipimpin oleh Salim Ghazali. Adapun khotbah disampaikan
oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat K.H. Mohammad Nuh, yang mengangkat tema
"Semangat Gotong Royong Perkuat Sendi Kebinekaan".
Selain
dihadiri oleh masyarakat, ucap Heru, sholat Id juga akan diikuti oleh pejabat
negara, para menteri, dan pejabat pemerintah. “Para dubes negara sahabat juga
Insya Allah hadir, termasuk perwakilan dari organisasi massa Islam," kata
Kasetpres.
Pada Idul
Adha tahun ini, Presiden Jokowi juga menyerahkan hewan kurban di Masjid
Istiqlal berupa seekor sapi berjenis Simental dengan bobot 1 ton. Tidak hanya
di Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi juga menyerahkan bantuan kemasyarakatan
berupa hewan kurban di 34 provinsi di Indonesia.
"Seperti
tahun-tahun sebelumnya, di Istiqlal Bapak Presiden menyerahkan seekor sapi. Per
provinsi 1 (sapi), beratnya kurang lebih kita harapkan minimal 800 kilogram
sampai 1 ton," jelasnya.
Jokowi juga
menyebut, kebahagiaan yang ada dalam perayaan Idul Adha kali ini harus
dibagikan kepada orang lain.
Idul Adha,
kata Jokowi, adalah hari bahagia umat Islam yang tidak hanya dirayakan dengan
cara menyembelih hewan kurban.
"Tetapi (juga) maknai yang tadi saya sampaikan adalah hal lebih penting untuk bisa kita lakukan," ujar Jokowi.

Komentar
Posting Komentar